menu

Guus Hiddink ingin rekrut Didier Drogba

1-hiddink

Manajer baru sementara Chelsea Guus Hiddink mengatakan dia senang jika bisa merekrut Didier Drogba jadi staf klub.

Drogba hadir di Stamford Bridge dan duduk bersama Hiddink hari Sabtu lalu ketika Chelsea kembali menang atas Sunderland.

Spekulasi makin memanas jika pemain Pantai Gading ini bisa bergabung dengan staf pelatih di bawah Hiddink, setelah melewati dua kali masa bermain yang luar biasa bersama the Blues.

Akan tetapi, dengan masih tersisa satu tahun kontrak dengan Montreal Impact di MLS, manajemen Stamford Bridge menekankan jika skenario tersebut masih dipertanyakan.

Hiddink, yang penunjukkan dirinya atas pelatih untuk kedua kalinya seperti yang dipastikan hari Sabtu lalu sebelum kick off, yakin klub butuh lebih banyak orang yang punya hati ketika mereka berusaha bangkit setelah awal musim yang buruk dan kepergian Jose Mourinho.

“Kami ingin dia terlibat,” ungkap Hiddink tentang Drogba.

“Tapi dia masih punya kontrak dengan Montreal di MLS, namun musim di sana sebentar lagi berakhir. Kami ingin melibatkan lebih banyak pemain penting yang peduli terhadap klub. Hati Drogba ada bersama Chelsea.”

Drogba memenangkan empat gelar Liga Primer, empat FA Cup, tiga Piala Liga dan mencetak gol penalti penentu kemenangan di final Liga Champions bersama klub London Barat ini.

Chelsea memenangkan pertandingan menghadapi Sunderland tetapi fans mereka nampak sedikit kehilangan cinta mereka terhadap pemain setelah pemecatan Mourinho.

Dalam laga itu juga terlihat Cesc Fabregas dan Diego Costa diolok-olok oleh sejumlah fans di Stamford Bridge sebelum kick off.

Sejumlah nama di susunan pemain – termasuk Fabregas dan Costa – diolok-olok ketika nama mereka disebutkan saat para fans menyanyikan nama Mourinho sepanjang babak pertama pertandingan tersebut, selain menampilkan spanduk yang mendukung mantan manajer mereka itu.

Reporter Andy Burton ada dalam pertandingan itu dan memastikan bahwa olokan terhadap Costa dan Fabregas itu telah membuat astmosfer yang aneh.

“Atmosfernya sangat aneh di sini,” tulis Burton dalam blognya. “Fabregas dan Costa diolok-olok lagi ketika nama mereka dibacakan sebelum pertandingan dimulai.”